ADB Ramal RI Masih Kalah Cepet dari Filipina-Vietnam-India Sampai 2026

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Asian Development Bank (ADB) telah mengerek ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025-2026. Namun, laju pertumbuhan ini belum mampu menyaingi negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, maupun India.

Dalam proyeksi terbarunya yang termuat dalam Asian Development Outlook (ADO) Desember 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini direvisi ke level 5% dari outlook sebelumnya yang dilakukan per September 2025 sebesar 4,9%. Lalu, 2026 menjadi 5,1% dari sebelumnya 5%.

ADB menyebut, kenaikan proyeksi terhadap ekonomi RI ini didasari dari kinerja ekspor yang masih kuat, perbaikan belanja pemerintah yang telah meningkat, hingga konsumsi dalam negeri yang akan ditopang oleh berbagai stimulus fiskal dan moneter.

"PMI (Purchasing Manager's Index) naik di atas level 50 dari Agustus hingga Oktober, menandakan ekspansi aktivitas industri. Belanja pemerintah meningkat melalui pelaksanaan anggaran yang lebih baik dan stimulus, meskipun investasi dan konsumsi rumah tangga mengalami moderasi setelah kenaikan pada periode sebelumnya," dikutip dari laporan terbaru ADB, Rabu (10/12/2025).

Bila dibanding beberapa negara, proyeksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh ADB ini masih kalah dengan Vietnam yang menjadi tercepat di Asia dengan proyeksi pada 2025 mencapai 7,5% dari sebelumnya hanya 6,7%. Meskipun pada 2026 diperkirakan hanya akan mencapai 6,4% dari sebelumnya 6%.

ADB mengatakan, laju pertumbuhan Vietnam ini merupakan buah dari kinerja sektor manufaktur yang berorientasi ekspor terus diuntungkan oleh permintaan eksternal yang tangguh, sementara kinerja sektor jasa domestik yang kuat mendukung pertumbuhan PDB.

"Faktor-faktor ini, dikombinasikan dengan peningkatan berkelanjutan dalam penyaluran investasi publik dan reformasi yang menargetkan proyek-proyek transportasi prioritas nasional, diharapkan akan semakin mendorong aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan mendatang," kata ADB.

Negara dengan pertumbuhan lebih cepat dari RI di kawasan Asia Tenggara lainnya ialah Filipina yang pada 2026 akan mencapai 5,3%, tapi lajunya lebih lambat dari perkiraan sebelumnya 5,7%. Untuk 2025 pertumbuhannya akan serupa Indonesia di kisaran 5%, revisi ke bawah sangat dalam dari proyeksi sebelumnya 5,6%.

Laju pertumbuhan Filipina ini menurut ADB ditopang tingkat pengangguran yang rendah (3,8% pada September 2025) dan kinerja remitasi yang stabil. Selain itu, inflasi yang rendah dan pelonggaran moneter yang berkelanjutan diperkirakan akan mempertahankan permintaan domestik, mendukung pertumbuhan yang lebih kuat pada 2026.

Sedangkan untuk India, ADB memperkirakan pertumbuhannya pada 2025 akan mencapai 7,2% dari sebelumnya hanya diperkirakan di level 6,5%. Sedangkan pada 2026 proyeksinya tetap di level 6,5%.

"Pertumbuhan yang kuat disebabkan oleh ekspansi yang kuat dari sektor manufaktur dan jasa untuk sisi penawaran di India, serta konsumsi dan investasi di sisi permintaan. Ekspor tetap tangguh karena peningkatan produksi menjelang kenaikan tarif AS dan diversifikasi ke pasar non-AS," tulis ADB.

Dibanding negara lain, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh lebih cepat. China misalnya, ADB perkirakan hanya akan tumbuh 4,8% pada 2025, dan 2026 menyusut ke level 4,3%.

Malaysia pertumbuhannya hanya akan di level 4,5% pada 2025 dan menjadi 4,3% pada 2026, sedangkan Thailand 2% pada 2025 dan 2026 di level 1,6%. Singapura 4,1% pada 2025 dan 2026 menjadi 2,1%.

(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article