VICTUS Pasika, 15 tahun, setiap hari melintasi perbatasan Papua dan Papua Nugini untuk berbelanja barang kebutuhan pokok. Warga Papua Nugini itu memilih membeli barang dari pedagang Indonesia yang berjualan di sekitar Pos Lintas Batas Negara Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua.
Alasannya, toko itu lebih dekat dengan tempat tinggalnya daripada pergi ke perkotaan di Papua Nugini. "Desa saya berada di bawah, tepat di perbatasan," kata Victus di PLBN Skouw, Jayapura, Papua, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Saat ditemui Tempo, Victus datang bersama sejumlah orang. Mereka membawa macam-macam barang yang terbungkus plastik serta dua kardus mi instan yang diproduksi oleh merek Indonesia.
Laki-laki itu mengaku masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurut Victus, dia membeli perlengkapan sekolah, seperti seragam dan aneka kebutuhan rumah seperti pakaian, sabun mandi, hingga buah-buahan.
Victus membayar belanjaannya dengan Kina, mata uang Papua Nugini. Ia menuturkan, para pedagang Indonesia di perbatasan menerima mata uang tersebut. Total belanjaannya mencapai seratus Kina. "Saya membayar seratus kina Papua Nugini," kata dia.
Setiap melewati PLBN Skouw, Victus harus menunjukkan kartu pas lintas batas tradisional yang diperuntukkan untuk warga yang tinggal di wilayah perbatasan. Di Papua, terdapat dua kartu yang dikenal, yaitu pas lintas batas warna merah untuk warga Papua, dan warna kuning untuk masyarakat Papua Nugini.
Sementara bagi penduduk di luar Papua harus menunjukkan paspor dan bisa agar bisa melewati pemeriksaan di PLBN
Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa Jayaningsih membenarkan pedagang Indonesia di perbatasan kadang masih menerima mata uang Kina. Menurut Puspa, para pedagang memaklumi penggunaan mata uang asing jika nominal pembelian hanya berkisar beberapa Kina. Setiap satu kina memiliki nilai yang setara dengan Rp 3.924. "Kalau yang harganya misalnya cuma dua Kina, tiga Kina, ya pedagang-pedagang kita ya okelah gitu enggak apa-apa," kata dia.
Menurut Puspa, hal yang sebaliknya juga bisa diterima oleh pihak Papua Nugini. Misalnya saat rombongan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan mengunjungi tempat wisata yang terletak persis di sebelah PLBN Skouw.
Tempat itu menyuguhkan pemandangan pantai di Desa Wutung, Kabupaten Vanimo, Provinsi Sendaun, Papua Nugini dari atas tebing. Rombongan Indonesia dikenai biaya 25 ribu per orang untuk bisa memasuki wilayah tersebut. Mereka menerima pembayaran rupiah dan menyediakan sistem pembayaran digital lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Kendati begitu, Puspa mengatakan menurut aturan Bank Indonesia, semua transaksi termasuk di wilayah perbatasan Tanah Air harus menggunakan mata uang rupiah. Puspa juga menyebut di pasar-pasar perbatasan juga tersedia tempat penukaran uang yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

3 days ago
3





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445267/original/074850000_1765846008-Ayaneo_Pocket_Play_Mirip_Xperia_Play_01.png)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443631/original/093420600_1765705921-Paul_Golding_Headshot.png)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5445498/original/027719300_1765857841-Timans_MLBB_Men_Indonesia_01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442827/original/066682400_1765602374-iOS_26.2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5446120/original/097028500_1765873369-Jay_Jang.jpeg)