"Doktrin Monroe" dan "Trump Corollary", Malaysia ambil sikap pragmatis

1 day ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan mengambil pendekatan pragmatis, menyikapi niat Amerika Serikat untuk kembali menerapkan prinsip "Doktrin Monroe" dan pengenalan terhadap "Trump Corollary", yang meningkatkan kekhawatiran internasional.

"Dalam menghadapi tantangan ini, Wisma Putra mengambil pendekatan pragmatis," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Lukanisman bin Awang Sauni di Dewan Rakyat, Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Kamis.

Untuk dipahami, Doktrin Monroe adalah doktrin yang dirumuskan oleh Presiden AS James Monroe pada 1823 yang awalnya bertujuan untuk menentang campur tangan Eropa di Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere) yang meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia serta perairan sekitarnya.

Doktrin tersebut dimaksudkan untuk mencegah kolonisasi Eropa atau campur tangan lain di negara-negara merdeka di Belahan Bumi Barat. Sebagai imbalannya, AS juga setuju untuk tidak ikut campur dalam perang dan urusan internal Eropa.

Alasannya, karena banyak negara Amerika Latin baru saja memperoleh kemerdekaan dari Eropa, terutama Spanyol. Monroe ingin mencegah Eropa merebut kembali kendali dan menegaskan pengaruh AS di kawasan tersebut.

Sementara "Trump Corollary" adalah pembaruan secara agresif oleh Presiden AS Donald Trump atas "Doktrin Monroe" tersebut, guna menegaskan dominasi AS di belahan barat. Pembaruan itu kemudian disebut sejumlah media barat dengan istilah "Doktrin Donroe" (tambahan Donald Trump terhadap Doktrin Monroe).

Baca juga: Malaysia tolak Dewan Perdamaian bentukan Trump, dukung teguh PBB

Wakil Menlu Malaysia Lukanisman menyampaikan penekanan pada dominasi di Belahan Barat, penolakan terhadap kehadiran kekuatan luar kawasan, serta pengenalan terhadap Trump Corollary, telah menimbulkan persepsi bahwa kebijakan luar negeri AS kini lebih berlandaskan pengaruh dan kekuatan dibandingkan komitmen terhadap norma multilateralisme dan hukum internasional.

Perkembangan ini secara langsung meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakpastian sistem internasional.

Lukanisman memaparkan sejumlah pendekatan pragmatis yang diambil Malaysia, untuk menyikapi tantangan itu, antara lain, pertama, Malaysia mempertahankan hubungan diplomatik yang netral, berprinsip, dan saling menghormati dengan semua kekuatan besar, termasuk Amerika Serikat, tanpa mengorbankan kemandirian kebijakan luar negeri.

Kedua, Malaysia terus memainkan peran aktif dalam platform multilateral seperti PBB, ASEAN, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Gerakan Non-Blok (NAM) guna memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Ketiga, Malaysia memperkuat kerja sama dan solidaritas kawasan melalui ASEAN dengan menekankan prinsip Sentralitas ASEAN, konsensus, dan kesatuan kawasan.

Keempat, Malaysia mendukung reformasi tata kelola global untuk menjadikan institusi internasional lebih adil, inklusif, dan relevan.

"Sebagai kesimpulan, meskipun dunia sedang menghadapi fase ketidakpastian serius, pemerintah (Malaysia) berpandangan bahwa penyelesaiannya bukan dengan menerima prinsip 'yang kuat adalah benar', melainkan dengan memperkuat komitmen kolektif terhadap hukum internasional, multilateralisme, dan diplomasi," jelasnya.

Dia menyampaikan Malaysia akan terus memainkan peran sebagai negara yang berprinsip dan konsisten dalam memperjuangkan perdamaian global.

Baca juga: Ancaman tarif Trump, hubungan perdagangan Malaysia-Iran kekal

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article