Film "Teman Tegar Maira, kisah persahabatan dalam penyelamatan hutan

13 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - “Alam ini kasih kita banyak. Tapi kita tidak boleh kasih apa-apa selain bersyukur untuk alam ini”, salah satu kalimat dialog yang mewakili cerita di film "Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” membawa pesan pentingnya kesadaran manusia terhadap relasinya dengan alam.

Disutradarai Anggi Frisca, film anak ini memadukan unsur musikal dan petualangan melalui perjalanan Tegar (M Aldifi Tegarajasa), anak laki-laki dari Bandung yang ikut berlibur ke kampung halaman pengasuhnya, Teh Isy (Joan Wakum) di Papua.

Tegar mengunjungi Papua didorong keinginannya melihat keindahan burung Cendrawasih serta jejak cerita hutan yang pernah diceritakan mendiang kakeknya.

Ia kemudian bertemu dengan Maira (Elisabet Sisauta), perempuan berusia 12 tahun yang merupakan masyarakat adat yang mengajaknya melihat burung Cendrawasih di rumahnya yang berada di atas menyusuri hutan.

Hubungan Tegar dan Maira itu kian menjadi persahabatan yang tidak hanya mengubah cara pandang mereka satu sama lain, tetapi juga membuka perspektif baru tentang kehidupan dan alam di sekitarnya.

Baca juga: Film "Teman Tegar: Maira-Whisper from Papua" tayang 5 Februari

Namun, dalam perjalanan mereka yang bermula dari rasa ingin tahu pada burung Cendrawasih itu berubah menyadari bahwa hutan yang berada dalam bahaya.

Konflik kian memuncak ketika masyarakat adat di pedalaman tempat Maira tinggal ditipu oleh Bos Besar, pemilik perusahaan pembalakan untuk tambang.

Maira yang menjadi satu-satunya yang bisa baca tulis di kampung halamannya itu berupaya menyelamatkan hutan dibantu bersama Tegar dan Teh Isy.

Menyuguhkan pesona alam luar biasa, namun juga menyimpan luka mendalam. Keindahan tersebut berjalan beriringan dengan ancaman krisis iklim, deforestasi, serta konflik perebutan lahan.

Film berdurasi lebih dari 90 menit ini menyuguhkan pesona alam Papua yang luar biasa indah, namun juga menyimpan luka mendalam.

Keindahan tersebut berjalan beriringan dengan ancaman krisis iklim, deforestasi, serta konflik perebutan lahan. Meski terasa seperti mengangkat isu serius, film ini disajikan melalui formula film anak yang ringan sehingga ramah untuk semua kalangan usia.

Produser film tersebut, dr. Chandra Sembiring menyebut film sebagai alat kampanye yang paling efektif dan berdaya ingat panjang.

Baca juga: Suara pilu anak Gaza di tengah perang dalam "The Voice of Hind Rajab

Berangkat dari pengalaman panjangnya di wilayah konflik, bencana, hutan dan gunung-gunung, Chandra melihat bahwa masyarakat adat justru memiliki konsep resiliensi yang kuat, sesuatu yang sering terabaikan dalam narasi pembangunan modern.

“Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye dan benih gerakan,” ujar Chandra dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Film ini tidak memosisikan anak-anak sebagai korban, melainkan sebagai subjek yang punya suara, keberanian dan kemampuan untuk bertindak.

Kedua anak itu saling mengisi cerita. Maira dengan pandangannya yang polos dan ceria, sedangkan Tegar yang lebih kalem dan reflektif.

M Aldifi Tegarajasa membawakan karakter Tegar dengan natural mengajarkan pentingnya mendengarkan dan datang tanpa merasa paling tahu. Rasa ingin tahu dan kesediaan mendengar membuka ruang yang tak bisa dibangun dengan ego.

Baca juga: Film anak Indonesia "Pelangi di Mars" pamerkan cuplikan pendek

Tanpa dialog besar, Elisabeth memainkan peran Maira dengan apik, mengekspresikan kuat tanpa banyak suara, salah satunya adegan mengembalikan dokumen perusahaan menjadi penanda sikap berani yang sederhana, tulus, dan menggerakkan.

Film Teman Tegar Maira juga terletak pada pendekatan musikalnya, dengan memadukan dongeng, musik, dan lanskap alam sebagai satu kesatuan narasi.

Penyanyi dan aktris asal Papua Joan Wakum memerankan karakter utama Maira, sekaligus memimpin pengembangan musik film. Bersama musisi lokal dan nasional, ia menciptakan komposisi orisinal yang menggabungkan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.

“Saya sangat berharap bahwa film ini bukan cuma sekedar film saja, lagu-lagu, apa yang ditunjukkan dalam visual di dalam film ini adalah kebanggaan kami anak-anak Papua. Ini tong punya tradisi yang akan kita bawa,” tutur Joan Wakum.

Adapun film anak “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.

Baca juga: "Jangan Panggil Mama Kafir" gambarkan perjuangan ibu anak beda agama

Baca juga: Film "Mimpi Keluarga Sempurna" angkat dinamika hubungan ibu dan anak

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article