Pakar: AS-Rusia harus jadi contoh pengendalian senjata nuklir dunia

22 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Amerika Serikat dan Rusia, sebagai pemilik senjata nuklir terbesar, hendaknya menjadi contoh negara yang bertanggung jawab terhadap senjata nuklir dengan terus mengikatkan diri pada perjanjian pembatasan pemanfaatannya, kata pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah.

“Sebagai pemilik senjata nuklir terbesar, AS dan Rusia hendaknya memberi contoh jika mereka menaati seluruh aturan yang telah mereka tandatangani dan merancang perjanjian lanjutan yang terbuka untuk diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” kata Reza merespons ANTARA melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Reza terkait berakhirnya Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis (New START) pada 5 Februari dan menandai berakhirnya pembatasan terhadap kedua negara nuklir terbesar itu selama 15 tahun.

Ia memandang berakhirnya perjanjian itu sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan, mengingat posisi AS dan Rusia terkait keberlanjutan pembatasan senjata nuklir kedua negara di masa depan masih belum jelas.

Kondisi ini, kata Reza, dapat memicu negara-negara lain pemilik senjata nuklir untuk bersiaga, terlebih mengingat AS di bawah Presiden Donald Trump semakin tak segan mengancam negara lain.

Lebih lanjut, Reza menyoroti adanya kemungkinan AS memanfaatkan isu kepemilikan nuklir untuk menekan IAEA “lebih mengawasi negara-negara yang tidak disukainya”.

Kondisi itu, katanya, dapat mendorong negara lain mengubah taraf pengembangan nuklir dari yang bertujuan damai jadi bertujuan perang secara diam-diam, sebelum diawasi lebih lanjut oleh IAEA.

New START merupakan kesepakatan dengan periode 10 tahun yang ditandatangani oleh AS dan Rusia, dan mulai berlaku efektif mulai 5 Februari 2011. Kedua negara sepakat memperpanjang kesepakatan itu selama 5 tahun pada 2021.

Sebelum perjanjian New START, terdapat perjanjian START yang ditandatangani pada 1991 oleh AS dan Uni Soviet. Perjanjian itu berisi larangan bagi masing-masing negara penandatangan untuk mengerahkan lebih dari 6.000 hulu ledak nuklir yang berlaku hingga 2009.

Per Januari 2025, diketahui Rusia memiliki 4.309 hulu ledak nuklir, dan AS memiliki 3.700. Sementara, Prancis dan Inggris, yang merupakan sekutu AS yang terikat perjanjian, masing-masing memiliki 290 dan 225, dan China memiliki sekitar 600.

Seraya mendesak kedua negara kembali berunding guna menyepakati pembatasan nuklir, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, dalam pernyataannya pada Rabu (4/2), menilai situasi ini juga bisa menjadi peluang untuk menyetel ulang upaya pengendalian senjata global.

Baca juga: Sekjen PBB: Dunia masuki 'masa kelam' tanpa batasan nuklir

Baca juga: PBB minta Rusia, AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article