Penjualan Eceran Meningkat Jelang Nataru, Barang Ini Jadi Incaran

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia memperkirakan, penjualan eceran berpotensi meningkat jelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal.

Berdasarkan SPE BI November 2025, kinerja penjualan eceran yang tergambar dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 berpotensi tumbuh 5,9%, lebih cepat dibanding pertumbuhan pada Oktober 2025 sebesar 4,3%.

IPR November 2025 BI perkirakan akan mencapai level 222,1 lebih tinggi dari catatan per Oktober 2025 yang sebesar 219,7, dan masih jauh lebih tinggi dari catatan per November 2025 yang sebesar 209,7.

"Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 1,1% (mtm) didorong oleh kinerja penjualan mayoritas kelompok seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Direktur Eksekutif melalui siaran pers, Rabu (10/12/2025).

Peningkatan IPR secara tahunan didorong oleh kenaikan penjualan mayoritas kelompok, terutama Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 4% setelah sebelumnya terkontraksi 2,3% secara tahunan. Lalu Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau masing-masing naik 12,8%, 15,4%, dan 8,2%, jauh lebih cepat dari bulan sebelumnya 6,7%, 12%, dan 6,4%.

Sementara itu, secara bulanan, kenaikan IPR didorong oleh kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 0,4%, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya,, dan Subkelompok Sandang 3,7%. "Peningkatan tersebut sejalan dengan permintaan masyarakat menjelang persiapan HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang didukung oleh kelancaran distribusi," tegas Ramdan Denny.

Berdasarkan survei BI, responden memperkirakan penjualan eceran turun pada 3 dan 6 bulan yang akan datang, yakni Januari dan April 2026. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Januari dan April 2026 masing-masing tercatat sebesar 157,2 dan 144,8, lebih rendah dibandingkan 167,7 dan 155,7 pada periode sebelumnya.

Penurunan IEP Januari 2026 disebabkan oleh permintaan masyarakat yang kembali normal pasca-periode HBKN Natal dan libur akhir tahun.

Meski demikian, IEP Januari 2026 diprakirakan BI lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir dipengaruhi oleh tambahan permintaan untuk persiapan menjelang Ramadan 1447 H. Sementara itu, penurunan IEP April 2026 disebabkan oleh normalisasi permintaan setelah berlalunya periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H.

Adapun dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan yang akan datang, yaitu Januari 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada 6 bulan yang akan datang, yaitu April 2026 diprakirakan menurun. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH).

IEH Januari 2026 tercatat sebesar 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan 157,2 pada periode sebelumnya didorong oleh ekspektasi kenaikan harga bahan baku, upah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan permintaan menjelang periode Ramadan 1447 H. Sementara itu, IEH April 2026 tercatat sebesar 161,7, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 172,5 seiring dengan normalisasi permintaan pasca-HBKN Idulfitri.

Survei penjualan eceran (SPE) merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999 dan bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan PDB dari sisi konsumsi.

Sejak Januari 2015 survei dilakukan terhadap ± 700 pengecer sebagai responden dengan metode purposive sampling di 10 kota yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Purwokerto, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Denpasar.

Indeks Penjualan Riil (IPR) dihitung dengan menggunakan bobot komoditas berdasar tabel Input-Output(1-0) dan bobot kota berdasar pangsa konsumsi Rumah Tangga (RT) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap konsumsi RT Produk Domestik Bruto (PDB).

Responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 7 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2009. IPR menggunakan tahun dasar 2010-100 (sebelumnya 2000=100).

Untuk Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) dihitung menggunakan menggunakan metode balance score (net balance +100) yang menunjukkan bahwa jika indeks di atas 100 berarti optimis dan di bawah 100 berarti pesimis, sementara Indeks Ekspektasi Harga menggunakan perhitungan Weighted Balance Score yang dibobot menggunakan bobot kota atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH).

(arj)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article