KEPALA Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengklaim transaksi aliran uang untuk judi online menurun pada tahun 2025 dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, penurunan jumlah transaksi judol itu sebagai sejarah baru.
"Tahun 2025 adalah sejarah baru dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait dengan judi online," kata dia saat rapat bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Ivan tak menjelaskan secara detail ihwal klaimnya terkait penurunan transaksi judi online di Tanah Air. Ia juga tak berkenan memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan dalam sesi wawancara cegatan usai rapat.
Sejumlah anggota Komisi III DPR meragukan klaim PPATK ihwal turunnya transaksi judi online. Politikus PDIP I Wayan Sudirta mengaku heran dengan klaim tersebut. Sebab, menurut dia, kasus judi online justru makin marak di tingkat internasional. "Ada anomali," kata dia dalam rapat di Komisi III DPR, Jakarta pada Rabu, 3 Februari 2026.
Dia meminta PPATK untuk memberikan penjelasan terbuka ke publik ihwal klaim penurunan transaksi judi online tersebut. Publik, ujar dia, berhak mengetahui penurunan transaksi judi online itu terjadi karena keberhasilan PPATK atau justru sebaliknya. "Atau jangan-jangan di PPATK ada kekurangan sumber daya, sehingga tidak mampu menjangkau kegiatan judi online," ucapnya.
Anggota komisi bidang hukum lainnya, Mangihut Sinaga mempertanyakan hal serupa ihwal klaim berhasil menekan transaksi judi online tersebut. Menurut dia, PPATK perlu menjelaskan lebih rinci klaim tersebut.
"Apakah penurunan itu benar-benar hasil dari pemblokiran rekening atau para pelaku telah beralih ke metode transaksi yang lebih sulit dilacak," ucap politikus Partai Golkar ini.
Mangihut juga mempertanyakan koordinasi PPATK dengan aparat penegak hukum terhadap penegakan kasus judi online di Tanah Air. Menurut dia, publik berhak mengetahui pencegahan perputaran dana terkait judi online itu apakah sudah dilakukan perampasan aset kepada pelaku.

4 days ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445267/original/074850000_1765846008-Ayaneo_Pocket_Play_Mirip_Xperia_Play_01.png)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443631/original/093420600_1765705921-Paul_Golding_Headshot.png)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5445498/original/027719300_1765857841-Timans_MLBB_Men_Indonesia_01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442827/original/066682400_1765602374-iOS_26.2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5446120/original/097028500_1765873369-Jay_Jang.jpeg)