ANALIS Utama Politik Keamanan Laboratorium Indonesia 2045, Reine Prihandoko, mengatakan kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto ihwal dampak senjata nuklir jika terjadi Perang Dunia III masuk akal. “Saya rasa yang dibilang Pak Prabowo soal dampak terburuk senjata nuklir memang masuk akal,” kata Reine kepada Tempo, Senin, 2 Februari 2026.
Reine mengatakan berbagai keputusan yang diambil Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak menjabat, dari tarif impor hingga memaksa sekutu AS meningkatkan anggaran belanja pertahanan, menunjukkan dunia makin agresif. “Situasi ini otomatis meninggalkan tatanan multilateralisme dan menunjukkan persaingan antarnegara yang makin transaksional,” ujarnya.
Dengan situasi dunia yang makin transaksional, Perang Dunia III makin dekat. Menurut Reiner, risiko Perang Dunia III berpotensi hadir melalui perang nuklir yang dikhawatirkan Prabowo. Perang dunia juga bisa muncul lewat skenario lain, seperti perang dagang atau persaingan negara-negara besar yang memberikan tekanan-tekanan sehingga negara lemah menjadi tak berdaya, termasuk Indonesia.
“Karena dunia yang makin transaksional dan intens dengan persaingan, Indonesia seharusnya lebih dulu paham apa yang menjadi kepentingan nasionalnya agar bisa dicapai melalui cara yang secara analisis biaya-manfaat paling menguntungkan,” ujar Reine.
Menurut Reine, prinsip bebas-aktif yang dianut Indonesia tidak serta-merta secara kaku diartikan sebagai nonblok. Ia menilai Indonesia justru perlu memprioritaskan kemitraan strategis mana yang secara konkret mampu mendukung kepentingan nasionalnya.
Menurut Reine, Indonesia seharusnya lebih tegas mau bermitra dengan siapa. Sebab "bebas" bermakna bisa memilih berdasarkan pertimbangan kepentingan nasional, bukan karena disetir pengaruh atau tekanan negara besar
“Artinya, lumrah jika Indonesia memilih condong terhadap mitra tertentu karena pada dasarnya ‘bebas’ dalam prinsip ‘bebas-aktif’, dan tidak perlu menunggu terjadi PD III,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkap ancaman Perang Dunia III makin dekat saat memberikan taklimat di hadapan kepala daerah serta pimpinan TNI dan Polri se-Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, hari ini.
Kepala Negara menyebutkan ancaman perang dunia menjadi ancaman yang dikhawatirkan berbagai negara. Prabowo menyampaikan bahwa baru saja menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, sekitar dua pekan lalu.
“Puluhan kepala negara hadir. Hampir semuanya merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga,” ucap Prabowo di hadapan peserta rakornas, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Prabowo mengatakan Indonesia menghadapi tantangan iklim yang menyebabkan terjadinya bencana di berbagai wilayah. Sementara itu, di dunia internasional, banyak negara khawatir pecahnya perang dunia. “Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena,” tutur Prabowo.
Menurut dia, Indonesia bisa saja terpapar partikel-partikel radioaktif, yang kemudian akan mengkontaminasi ikan-ikan di perairan. Ia bahkan menyinggung potensi musim dingin nuklir atau nuclear winter. Partikel sisa ledakan nuklir, seperti asap hingga debu, itu disebut bisa menutup matahari dalam jangka waktu yang lama.
“Ini yang dibicarakan di dunia. Karena itu, saya menjalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita. Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita, bebas aktif tapi non-aligned atau nonblok,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Ia menegaskan, Indonesia tidak akan mengikuti pakta militer negara mana pun. Namun dia juga menekankan bahwa filosofi politik luar negerinya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. “Itu garis kita,” kata Prabowo.
Pilihan Editor: Orde Baru Bangkit dari Kubur
Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini

6 days ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445267/original/074850000_1765846008-Ayaneo_Pocket_Play_Mirip_Xperia_Play_01.png)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443631/original/093420600_1765705921-Paul_Golding_Headshot.png)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5445498/original/027719300_1765857841-Timans_MLBB_Men_Indonesia_01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442827/original/066682400_1765602374-iOS_26.2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5446120/original/097028500_1765873369-Jay_Jang.jpeg)