Produksi Batu Bara Dipangkas Jadi 600-an Juta Ton, Ini Kata Wamen ESDM

13 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan memangkas produksi batu bara pada 2026 menjadi sekitar 600 juta ton. Artinya, target produksi batu bara pada 2026 ini turun 24% bila dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang tercatat mencapai 790 juta ton.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan, penetapan kuota produksi batu bara tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari realisasi produksi tahun berjalan, pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO), hingga kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang telah ditetapkan.

"Kan kita lihat itu bagaimana tingkat produksinya tahun 2025 dan juga bagaimana DMO-nya, kemudian ada kendala atau tidak. Kalau tidak ada kendala, ya mungkin sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri termasuk DMO, ini tingkat produksinya itu juga ini kita lihat," ungkapnya saat ditemui di gedung ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026)

Yuliot mengungkapkan, selama ini terdapat kecenderungan pelaku usaha melakukan produksi secara agresif. Kondisi tersebut dinilai memicu persaingan usaha yang tidak sehat dan berdampak pada penurunan harga batu bara di pasar global.

"Justru ada yang ini dari sisi badan usaha, ini jor-joran juga ini dari produksinya, itu justru ini persaingannya itu menjadi tidak sehat, harga jadi turun," ucapnya.

Yuliot melanjutkan lebih jauh, terkait kuota DMO, kewajiban pasokan batu bara untuk pasar domestik telah ditetapkan. Namun, persentasenya berpotensi meningkat seiring dengan rencana penurunan produksi nasional.

"Jadi, untuk berapa ini kuota, ya terutama untuk DMO ini sudah ditetapkan," ucapnya.

"Jadi, kan kalau kemarin itu kan DMO itu sekitar 23-24%, jadi dengan adanya penurunan produksi, presentasi DMO pasti akan jadi peningkatan. Range-nya itu ya mungkin bisa lebih dari 30%," imbuhnya.

Meski demikian, Yuliot menambahkan, tidak semua perusahaan berada pada posisi yang sama dalam evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Perusahaan yang belum memenuhi persyaratan, termasuk kewajiban lingkungan seperti jaminan reklamasi dan pelaksanaan reklamasi, harus menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu sebelum RKAB disetujui.

"Mana yang sudah memenuhi persyaratan, mana yang belum, itu harus dilihat di dalam sistem. Saya juga perlu cek ke Dirjen Minerba," tandasnya.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article