Tragedi Penalti Brahim Diaz, Maroko Kalah dari Senegal di Piala Afrika

2 weeks ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Mimpi Maroko untuk mengakhiri penantian setengah abad meraih trofi Piala Afrika harus sirna dengan cara yang paling memilukan. Brahim Diaz menjadi figur tragis di final Piala Afrika 2025 setelah eksekusi penalti bergaya Panenka yang dilakukannya gagal dan mengantarkan kekalahan Atlas Lions dari Senegal.

Pemain tengah Real Madrid itu tak sanggup membendung air mata setelah pertandingan final yang berlangsung sarat drama dan polemik. Tendangan penalti yang seharusnya jadi momen krusial justru berubah menjadi titik nahas yang menguburkan ambisi Maroko merebut gelar pertama kali sejak 1976.

Maroko memperoleh hadiah tendangan penalti di penghujung injury time babak kedua ketika skor masih imbang 0-0. Keputusan VAR ini memantik protes sengit dari barisan Senegal.

Manajer Pape Thiaw bahkan menginstruksikan skuadnya meninggalkan lapangan sebagai wujud kekecewaan, menyebabkan pertandingan tertunda hingga 16 menit.

Penalti Panenka Brahim Diaz

Suasana kian memanas saat para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan setelah dirayu sang kapten, Sadio Mane. Brahim Diaz maju sebagai algojo, tetapi penjaga gawang Senegal Edouard Mendy tampak terus berbicara kepadanya, memperpanjang tekanan sebelum tendangan penalti dilakukan.

Alih-alih mengeksekusi dengan cara aman, Diaz justru memilih gaya Panenka pada menit ke-24 masa injury time. Tendangannya terlalu lemah dan dengan mudah ditangkap Mendy.

Peluang emas Maroko pun lenyap. Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Senegal tampil lebih tenang dan efektif.

Di menit ke-94, Pape Sarr melepaskan tendakan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Maroko, memastikan kemenangan Senegal dan menghancurkan mimpi tuan rumah.

Tangisan Brahim Diaz

Brahim Diaz yang ditarik keluar di awal extra time tampak sangat terpukul. Di akhir pertandingan, ia menangis tersedu-sedu saat menerima trofi Sepatu Emas dari Presiden FIFA Gianni Infantino, sebuah ironi setelah menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak dengan lima gol.

Manajer Maroko, Walid Regragui, berupaya meredakan situasi dan membela anak asuhnya.

"Dia punya waktu yang sangat lama sebelum mengambil penalti, dan itu pasti memengaruhi pikirannya. Tapi kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Kami harus menatap ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Edouard Mendy enggan mengungkap isi percakapannya dengan Diaz sebelum penalti.

"Apa yang kami bicarakan itu urusan kami. Yang penting kami melakukannya bersama dan kembali bersama. Kami bisa bangga malam ini," kata kiper Chelsea tersebut.

Dampak untuk Mental Brahim Diaz

Legenda Nigeria, John Obi Mikel, mengaku khawatir kegagalan tersebut akan berdampak besar pada mental Diaz.

"Apa yang dia lakukan merusak semua hal baik yang sudah ia tampilkan di turnamen ini. Ini akan sangat berat baginya, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan," ujar Mikel kepada E4.

Meski berakhir pahit, performa Brahim Diaz sepanjang Piala Afrika tetap tak terbantahkan. Namun satu keputusan di momen krusial telah mengubah segalanya, menjadikannya kisah tragis di balik kejayaan Senegal.

Lanjut Baca:

Manchester United Siap Panaskan Bursa Transfer Januari 2026: Gelandang Wolves Masuk Daftar Belanja

Read Entire Article