Yahya Cholil Merotasi Sekjen PBNU, Gus Ipul: Belum Final

2 months ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

‎SAIFULLAH Yusuf alias Gus Ipul menanggapi adanya keputusan rotasi di struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU. Dalam kebijakan rotasi ini, sejumlah pengurus tanfidziyah dikocok ulang oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf pada 28 November 2025.

‎Salah satu posisi yang dirotasi ialah Sekretaris Jenderal PBNU. Semula jabatan ini diisi oleh Gus Ipul. Yahya kemudian menunjuk Amin Said Husni untuk menjabat sekretaris jenderal, menggantikan Gus Ipul yang digeser ke Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

‎Gus Ipul mengatakan kebijakan rotasi itu belum final. Meski demikian, dia mengatakan tidak mempersoalkan adanya kebijakan Yahya Cholil yang merotasinya tersebut.‎

‎"Tidak apa-apa. Semuanya masih dalam proses, tunggu saja," kata dia ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta pada Senin, 8 Desember 2025.

‎Menteri Sosial ini meyakini ada cara terbaik dalam menyelesaikan konflik di internal PBNU. Dia meminta kepada pengurus wilayah dan cabang untuk tetap tenang dan sabar mengikuti perkembangan dari konflik yang mendera internal PBNU.

‎Gus Ipul berujar kini para kiai tengah mencari jalan keluar penyelesaian konflik tersebut. "Penyelesaiannya disesuaikan dengan cara-cara ulama, bukan dengan cara yang lain," ucapnya.

‎Ketua Umum PBNU Yahya Cholil menjelaskan alasan merotasi Gus Ipul dari posisi sekretaris jenderal. Dia menilai Menteri Sosial itu belum menjalankan tugasnya secara maksimal. “Misalnya, sama sekali tidak sempat menengok kantor PBNU,” ujar Yahya pada Jumat, 28 November 2025.

‎Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar mengatakan Yahya tidak lagi memiliki kewenangan mengurusi organisasi. Sebab, menurut dia, Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU sejak 26 November 2025.

‎Karena itu, Miftachul menyatakan penggunaan atribut ataupun pengambilan keputusan atas nama Ketua Umum PBNU yang dilakukan Yahya Cholil tidak lagi memiliki legitimasi. "Kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” ujar Miftachul pada Sabtu, 29 November 2025.

‎Risalah rapat Syuriyah PBNU pada 20 November lalu menyatakan, bahwa Yahya Cholil Staquf sudah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 13 Tahun 2025.

‎Bentuk pelanggaran itu adalah ketika pengurus menghadirkan pemateri pro-Israel, Peter Berkowitz, di acara Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama di Jakarta, pada pertengahan Agustus 2025. Selain itu, jajaran Syuriyah juga menyoal tata kelola keuangan di lingkungan PBNU.

‎Dengan mempertimbangkan poin-poin itu, Syuriyah meminta Yahya untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari, terhitung sejak diterimanya keputusan rapat. Namun, Yahya berkukuh mempertahankan jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU.

‎Jajaran Syuriyah kemudian menindaklanjuti permintaan mundur itu dengan menerbitkan Surat Edaran tentang Tindak Lanjut Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU, pada Selasa, 25 November 2025. Surat Edaran itu menegaskan bahwa Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus Ketua Umum PBNU mulai 26 November 2025. Yahya juga dinyatakan tidak lagi berwenang dan berhak menggunakan atribut dan fasilitas yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU.

‎Yahya pun menentang surat edaran Syuriyah tersebut. Ia menilai surat edaran itu tidak sah. Dia menyebut surat edaran itu masih berstatus draf dan tidak memenuhi persyaratan administrasi organisasi sehingga tidak dapat diakui sebagai dokumen resmi.

‎Dede Leni berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article