Mobilitas Tinggi di Masa Libur Tahun Baru, Waspada Campak pada Anak

1 month ago 22
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Tingginya mobilitas di masa libur tahun baru menjadi kekhawatiran orang tua akan risiko penularan infeksi virus, salah satunya campak.

"Meski bisa ditangani, sebaiknya campak tidak dianggap remeh karena komplikasinya tetap berisiko, terutama bagi anak yang imunitas tubuhnya belum sekuat orang dewasa," kata dokter spesialis anak, Caessar Pronocitro, dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dalam keterangan pers, Rabu (31/12/2025).

Menurut Caessar, vaksin menjadi gerbang utama untuk melindungi si kecil dari campak dan komplikasinya. Pasalnya, tren peningkatan kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada lebih dari 3.500 kasus campak di Indonesia pada 2024. Sementara hingga Agustus 2025, campak telah tercatat lebih dari 3.400 kasus dan terjadi 46 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah. Beberapa negara lain juga melaporkan peningkatan kasus campak, salah satunya di Amerika Serikat.

Campak atau secara medis disebut juga sebagai measles merupakan penyakit infeksi virus yang menular melalui saluran napas. Campak dapat ditularkan melalui droplets atau percikan liur dari mulut dan hidung pengidap ketika batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus ini juga dapat menular lewat sentuhan benda yang terkontaminasi droplets. Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan COVID-19.

Seseorang yang terinfeksi campak dapat menularkan virusnya selama empat hari sebelum dan sesudah gejala muncul. Virus campak juga mampu hidup di udara selama dua jam, terutama dalam ruang dengan sirkulasi yang tertutup.

Pada anak, campak yang tidak segera ditangani lebih berisiko menyebabkan komplikasi serius karena berpotensi menyerang berbagai organ penting, bahkan hingga mengancam nyawa.

"Untuk itu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar si kecil dapatditangani dan mencegah terjadinya penularan lebih luas," saran Caessar.

Waspada Jika Terjadi Gejala Ini

Caessar mengingatkan orang tua untuk waspada jika anak mengalami gejala campak berikut:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Lemas
  • Muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Diare.

Beberapa hari setelah mengalami gejala, ruam kemerahan biasanya akan muncul di area wajah dan leher. Ruam juga dapat menyebar ke hampir seluruh tubuh. Ukuran ruam campak awalnya kecil, tetapi dapat menyatu dan membentuk ruam besar.

Cegah Penularan dengan Vaksinasi Campak

Hingga kini, belum ada antivirus untuk mengatasi campak. Penanganan umumnya bersifat suportif yang bertujuan meredakan gejala, seperti cukup istirahat, menjaga asupancairan dan gizi, serta mengonsumsi vitamin A dosis tinggi berdasarkan rekomendasi dokter untuk mencegah komplikasi pada mata dan menurunkan tingkat keparahan penyakit.

Campak lebih berbahaya jika dialami oleh bayi karena imunitas tubuhnya belum sempurnaseperti orang dewasa. Mengingat penanganan campak hanya bersifat suportif, pencegahanmenjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, yakni dengan melengkapi vaksinasi danmenjaga imunitas bayi dan anak.

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MR (measles rubella) pertama disuntikkan pada anak usia 9 bulan. Kemudian dosis kedua diberikan saat si kecil berusia 15-18 bulan dan dosis ketiga pada usia 5-7 tahun. Jika sampai usia 12 bulan anak belum mendapat vaksin MR, maka dapat diberikan vaksin MR/MMR (Mumps + MR), dosis kedua dengan interval 6 bulan, dan dosis ketiga pada usia 5–7 tahun.

Penyebab Cakupan Imunisasi Campak Turun

Sayangnya, masih ada orang tua yang menolak vaksin karena berbagai alasan. Hal ini menjadi salah satu penyebab cakupan imunisasi menurun dan kasus infeksi virus, termasuk campak, meningkat.

Padahal, satu anak yang tidak divaksinasi dapat menulari hampir semua orang disekitarnya yang belum memiliki kekebalan. Ironisnya, yang paling menderita akibat penurunan cakupan vaksin adalah bayi di bawah 9 bulan yang belum cukup usia untuk divaksinasi. Satu-satunya perlindungan mereka adalah kekebalan kelompok (herd immunity), yakni lingkungan sekitar yang mayoritas sudah terlindungi oleh vaksin. Untuk bayi yang belum mencapai usia 9 bulan, pencegahan campak dapat dilakukan denganmemastikan lingkungan sekitar aman bagi si kecil.

Bagi orang tua, khususnya yang berinteraksi dengan banyak orang di luar rumah, hal berikut wajib diterapkan untuk melindungi si kecil yang belum divaksinasi:

  • Menggunakan masker saat bepergian atau berinteraksi dengan orang sakit
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum menyentuh bayi
  • Sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit atau bergejala
  • Jaga daya tahan tubuh tetap prima, terutama saat musim pancaroba.
Read Entire Article