Ketua STIK Polri: Reformasi Polisi Bisa Belajar dari Pengalaman Papua

1 month ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

KETUA Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Inspektur Jenderal Eko Rudi Sudarto mengatakan, misi reformasi Polri bisa belajar banyak dari pengalaman di Papua. Khususnya, kata dia, dalam menerapkan pendekatan halus atau soft approach untuk mencegah timbulnya konflik.

Eko menyebut saat ini Papua masih menghadapi berbagai permasalahan. "Masih terjadi diskriminasi, marginalisasi, terus ada kekerasan hak asasi manusia dan lain sebagainya," kata Eko di Gedung STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 17 Desember 2025 seusai diskusi buku "Jejak Cinta di Papua" yang ditulisnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut perwira yang pernah bertugas sebagai wakil kepala Kepolisian Daerah Papua pada 2021-2022 ini, berbagai masalah itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan keamanan. Polisi, kata dia, juga perlu membangun empati terhadap masyarakat.

Upaya membangun empati, kata Eko, telah dicoba diterapkan di Papua melalui program Bimbingan Masyarakat atau Binmas Noken. Program Binmas Noken menggabungkan fungsi Binmas Polri dengan filosofi Noken di Papua. Noken, sebutan unuk tas anyaman dari serat tumbuhan, merupakan simbol budaya, perdamaian, hingga kebersamaan.

Program Binmas Noken berupaya mendekatkan polisi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan, dari kegiatan pendidikan hingga pertanian. Dengan demikian, kata Eko, polisi akan memahami perspektif masyarakat atas sebuah permasalahan dan tidak serta merta melakukan tindakan kekerasan yang bisa dianggap sebagai pelanggaran HAM.

Pendekatan soft approach policing di Papua, kata Eko, bisa diterapkan dalam upaya mereformasi kepolisian. Menurut Eko, Kepolisian RI atau Polri wajib mendidik polisi agar mampu berempati kepada masyarakat. "Kalau enggak punya (empati), yang terjadi pelanggaran HAM terus. Yang terjadi kami bukan semakin dekat sama masyarakat, sama rakyat, tapi yang terjadi sebaliknya, kami berkonfrontasi sama mereka," tuturnya.

Pemolisian di Papua tidak lepas dari kritik. Meski Eko menyebut Polri memiliki pendekatan soft approach, sejumlah pihak masih mengkritik kekerasan polisi di Papua.

Pada demonstrasi besar akhir Agustus lalu, contohnya, Lembaga Bantuan Hukum  (LBH) Papua mengecam kekerasan polisi dalam menghadapi demonstrasi masyarakat Sorong, Papua Barat Daya. Masyarakat menggelar demonstrasi karena menolak pemindahan tahanan politik ke Makassar.

LBH Papua menyebut polisi kemudian membubarkan unjuk rasa itu dengan tindakan represif. “Tindakan anarkis oleh aparat keamanan tidak hanya melanggar hak asasi manusia,” kata Direktur LBH Papua Festus Ngoranmele dalam keterangan tertulisnya.

Desakan adanya reformasi Polri muncul setelah kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus lalu. Di Jakarta dan beberapa daerah lainnya timbul kerusuhan, sepuluh orang dilaporkan meninggal, termasuk pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil Polri di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Presiden Prabowo Subianto kemudian membentuk Komisi Reformasi Polri yang terdiri dari 10 orang dan diketuai oleh mantan ketua Mahkamah Konstitusi Jimmly Asshiddiqie. Tim ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia No 122/P Tahun 2025 pada 7 November 2025.

Hingga akhir tahun 2025, Ombudsman RI  mencatat dalam lima tahun terakhir ada 3.308 laporan soal pelayanan kepolisian. Ribuan laporan itu menempatkan Polri dalam tiga besar instansi dengan laporan terbanyak di Ombudsman.

Ketua Ombudsman Mokhammad Najih mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih adanya persoalan fundamental di tubuh Polri seperti penyalahgunaan wewenang, lemahnya pengawasan, hingga tidak meratanya layanan di berbagai wilayah. Karena itu, menurut dia, reformasi Polri bukan hanya kebutuhan internal institusi tetapi juga kebutuhan publik untuk memastikan layanan hukum yang profesional, modern, dan akuntabel. 

"Reformasi Polri harus dimulai dari penataan tata kelola pelayanan kepada masyarakat agar kepolisian kembali tampil sebagai sahabat publik yang bekerja dengan humanis dan melayani sepenuh hati," kata Najih melalui keterangan resminya yang dikutip Ahad, 7 Desember 2025. 

Anggota Ombudsman, Johanes Widijantoro, mengatakan ruang reformasi harus dibuka lebih luas mengingat tugas dan kewenangan Polri saat ini berkembang sangat besar sehingga rentan menimbulkan penyimpangan. Ia menilai struktur Polri yang gemuk menyulitkan pengelolaan, termasuk dalam memastikan integritas anggotanya.  

“Polri secara konsisten masuk dalam tiga besar laporan terbanyak ke Ombudsman, terutama terkait penyelidikan, penyidikan, dan penetapan tersangka selama periode 2021–2025. Persoalan profesionalitas dan integritas, menjadi inti tantangan yang harus dibenahi,” katanya.


Ade Ridwan Yandwiputra dan Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Read Entire Article