Penanganan Bencana Lambat, PDIP Dorong Pengembalian TKD

1 week ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai pemerintah pusat dan daerah lamban dalam menangani bencana alam tahun lalu. Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengatakan salah satu alasannya karena keterbatasan anggaran.

"Salah satunya adalah keterbatasan anggaran," kata dia di Kantor Megawati Institute, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.

PDI Perjuangan pun mendorong ada alokasi anggaran ke pemerintah daerah khusus untuk persiapan tanggap bencana. Selain itu, PDI Perjuangan meminta pengembalian penuh Transfer ke Daerah (TKD) ke pemerintah daerah. Pengembalian TKD dibutuhkan supaya pemerintah daerah bisa mempersiapkan diri menghadapi bencana. 

"Dalam situasi anomali iklim seperti sekarang ini, seluruh pemerintah daerah harus bersiap siaga. Karena cuaca yang ekstrem dialami hampir seluruh kabupaten kota dan semuanya harus bersiap-siap," kata dia. 

Efisiensi Anggaran

PDI Perjuangan, kata Deddy, juga ingin ada efisiensi program-program pemerintah. Salah satunya efisiensi anggaran program makan bergizi gratis (MBG). Anggaran MBG bisa dipangkas untuk menghadapi bencana. 

"MBG saya kira bisa diefisienkan untuk mengembalikan anggaran yang membuat pemerintah daerah lebih berdaya, tidak saja untuk menghadapi bencana," kata dia. 

Anggaran transfer ke daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 mengalami penurunan drastis dari tahun 2025. Mulanya pemerintah menetapkan anggaran TKD sebesar Rp 650 triliun untuk tahun depan—angka ini menurun 24,8 persen dari outlook 2025 sebesar Rp 864,1 triliun. Namun Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah sudah menyepakati penambahan anggaran TKD dalam APBN 2026 sebesar Rp 43 triliun menjadi Rp 693 triliun.

Sebelumnya, sebanyak 18 gubernur dari berbagai daerah bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memprotes pemangkasan TKD. Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyatakan bahwa para kepala daerah mengeluhkan anggaran yang dipangkas.

“Kami semua mengusulkan supaya tidak dipotong. Anggaran kami tidak dipotong. Karena itu beban semua di provinsi kami masing-masing,” ucapnya di kantor Kementerian Keuangan, Selasa, 7 Oktober 2025.

Menjawab tuntutan gubernur, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah pusat masih ragu menambah anggaran karena menganggap masih ada penyimpangan penggunaan anggaran. Pernyataan itu diungkapkan bendahara negara saat melakukan rapat secara hibrida dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah kepala daerah, Senin, 20 Oktober 2025.

Karena itu, Purbaya sempat meminta para gubernur itu untuk memperbaiki tata kelola dan penyerapan uang daerah lebih dulu, khususnya pada dua triwulan terakhir 2025. Dia pun membuka opsi untuk menaikkan TKD pada tahun depan.

“Tapi, dengan syarat tadi, tata kelolanya sudah baik. Kalau jelek, saya enggak bisa ajukan ke atas. Presiden kurang suka kalau itu,” ucapnya.

Ilona Estherina berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article