Risiko Kekerasan Seksual Mengintai Perempuan di Pengungsian Bencana

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

SITUASI kebencanaan di sejumlah wilayah kembali menyoroti tingginya risiko kekerasan seksual terhadap perempuan di lokasi pengungsian. Kelompok perempuan, anak-anak, dan lansia dinilai paling rentan dalam kondisi darurat, sementara risiko non-fisik seperti kekerasan seksual kerap luput dari prioritas penanganan bencana.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Akademisi pemerhati gender dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Ratna Noviani, mengatakan respons pemerintah dan relawan selama ini masih berfokus pada pemulihan fisik, mulai dari distribusi logistik, evakuasi, hingga perbaikan infrastruktur.

“Kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan selama situasi bencana merupakan bukti nyata bahwa risiko non-fisik masih sangat mudah luput dari perhatian,” kata Ratna, dikutip dari keterangan resmi, Ahad, 14 Desember 2025.

Menurut Ratna, minimnya perspektif gender dalam kebijakan penanggulangan bencana menjadi tantangan utama dalam melindungi perempuan di lokasi pengungsian. Aparat dan relawan, kata dia, sering kali memandang pemenuhan kebutuhan dasar sebagai prioritas tunggal, sehingga isu kekerasan seksual dianggap bukan kebutuhan mendesak. Padahal, dalam situasi darurat, kerentanan justru meningkat.

“Respons bencana harus lebih sensitif gender karena perempuan menghadapi beban berlapis, baik akibat struktur sosial patriarkis maupun kondisi ruang pengungsian yang tidak aman,” ujarnya.

Ratna menekankan pentingnya mekanisme respons bencana yang sejak awal memasukkan analisis gender. Bahkan dalam kondisi darurat, pengelolaan pengungsian perlu mempertimbangkan aspek keamanan berbasis gender, seperti penyediaan sanitasi terpisah, penataan ruang tidur yang aman, serta area yang menjaga privasi perempuan.

Selain itu, layanan pelaporan dan pendampingan bagi korban kekerasan seksual perlu disiapkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana. Ia menyebut sejumlah langkah yang seharusnya menjadi standar, antara lain penempatan petugas perempuan di titik-titik pengungsian, penerangan yang memadai, pelatihan relawan tentang kekerasan berbasis gender, serta penguatan kerja sama dengan lembaga layanan korban. “Penguatan mekanisme pelaporan, edukasi komunitas, dan koordinasi lintas lembaga penting untuk memutus potensi kekerasan sejak awal,” kata Ratna.

Ia berharap perlindungan perempuan tidak lagi dipandang sebagai elemen tambahan dalam manajemen bencana, melainkan menjadi komponen utama dalam setiap fase penanggulangan. “Kita memerlukan sistem yang mengakui kerentanan berbasis gender sehingga keselamatan dan martabat perempuan selalu menjadi prioritas, agar kekerasan seksual dalam situasi kebencanaan dapat dicegah dan tidak terus berulang,” ujarnya.

Read Entire Article