Sampah Menumpuk di Jalan Akses Utama Tangsel, Buntut Tutupnya TPA Cipeucang

1 month ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

PENUTUPAN Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Cipeucang berdampak buruk bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. Tumpukan sampah menggunung di beberapa ruas jalan utama Tangsel.

Sejak 10 Desember lalu, tumpukan sampah sudah mulai terlihat di beberapa ruas jalan. Salah satunya di sekitaran Ciputat, tepatnya di depan pasar Cimanggis. Meski telah dilakukan penataan dan pengangkutan, tumpukan sampah juga tetap kembali terjadi. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hilmi, salah seorang warga Ciputat, mengatakan penutupan terjadi sejak pekan lalu. Dirinya semula tidak mengetahui ihwal penyebab penumpukan ini. 

"Dari minggu kemarin menumpuk, saya kira juga paling sehari dua hari tapi nyatanya berlangsung cukup lama," kata Hilmi yang berprofesi sebagai kurir, Rabu, 17 Desember 2025. 

Menurut Hilmi, tumpukan sampah yang makin banyak itu warga resah. Ditambah, penyebab penutupan adalah akibat komplain dari warga sekitar TPA.

"Katanya si karena adanya komplain dari warga sekitar TPA Cipeucang, tapi kalau kaya gini jadinya zolim sama masyarakat karena ini bisa menjadi sumber penyakit," kata Hilmi. 

Hilmi pun berharap Pemkot Tangsel memiliki solusi atas masalah yang terjadi, mengingat saat ini musim hujan. "Harusnya pemerintah bisa ambil sikap, setidaknya dibuka dan dikelola dengan benar," ujarnya. 

Erwin, warga Serpong Utara mengatakan hal serupa. Menurut dia, tumpukan sampah maaih terlihat setiap hari meski ada petugas yang melakukan pengangkutan berkala. 

"Ya warga memang sudah resah dengan masalah ini. Kami cuma berharap pemerintah memiliki solusi," kata Erwin. 

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) TPA Cipeucang Desna Gera Andika memastikan pihaknya terus menerus melakukan pengangkutan. "Kami juga sedang menata dalam TPA, sementara ini kita angkut dan kelola di TPS3R yang ada," kata dia. 

Bahkan, kata Desna, dalam permasalahan ini, Pemkot Tangsel juga terus berupaya mencari solusi agar kondisi bisa kembali normal. "Banyak upaya, salah satunya dengan menggunakan kendaraan eksisting dan kendaraan pengangkutan baru. Kami juga akan membangun sanitari landfill dan MRF untuk jangka panjang," kata Desna.

Adapun penutupan akses TPA Cipeucang dilakukan oleh warga sekitar bukan tanpa alasan. Penutupan ini berawal dari dampak banjir yang dirasakan warga yang berdampingan dengan TPA yang sudah overload. Kondisi itu membuat lingkungan warga sekitar tercemar.

Ketua RT 04  RW 05 Kelurahan Kademangan Kecamatan Serpong Idik Tasdik mengatakan warganya sangat resah dengan gunungan sampah yang kian mendekati permukiman. "Ya mereka mengeluh, ada beberapa warga saya juga yang kesulitan air bersih," ujarnya. 

Idik mengatakan keluhan warganya selalu disampaikan ke pemerintah. "Alhamdulillah ada beberapa yang diberikan toren dan didistribusikan air bersih," ujarnya. 

Sebagai solusi pengelolaan sampah, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pernah menyampaikan pihaknya mendorong proyek strategis nasional Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayahnya. Rencananya, proyek mengambil lokasi di TPA Cipeucang dan sebanyak 100 ton sampah eksisting akan ikut diolah setiap harinya saat telah beroperasi nanti--selain 1.000 ton sampah baru. "Jadi lama kelamaan Cipeucang akan hilang sampah lamanya," ujarnya, Jumat, 3 Oktober lalu.

Selain itu, pemerintah melakukan pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah atau TPS 3R tingkat kecamatan dan mengoptimalkan bank sampah. Adapun di lokasi TPA Cipeucang dilakukan penataan seperti terasering dan sanitari landfill. "Air lindi juga kami perbaiki dan gas metan dari dalam itu kami benahi," kata Benyamin.

Read Entire Article